Wednesday, 12 March 2014

6 Cara Kurangi Resiko Penyakit Ginjal


Setiap orang bisa memiliki ginjal yang sehat dan berfungsi baik hingga usia tua. Sayangnya, banyak orang mengabaikan kondisi ginjal. Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan ginjal juga masih minim.

Tekanan darah tinggi, diabetes, atau sejarah keluarga turut memengaruhi peningkatan risiko sakit ginjal. Kerusakan fungsi ginjal biasanya berlangsung perlahan dalam waktu lama. Karenanya, saat seseorang mengalami gagal ginjal, ia cenderung akan mengalami sakit ginjal terlebih dahulu dalam waktu lama. Oleh sebab itu, semestinya masyarakat mulai menyadari pentingnya menjaga kesehatan ginjal. Mulailah melakukan pencegahan dan deteksi dini penyakit ginjal.

Untuk mengurangi risiko penyakit ginjal, berikut enam langkah yang direkomendasikan National Kidney Foundation:

1. Lakukan pengujian

Bila merasa berisiko, sebaiknya segera lakukan pengujian dalam tes kesehatan rutin. Kebanyakan orang suka menunda pemeriksaan, padahal tes dan pencegahan bisa mencegah penyakit ginjal. Berikut dua jenis tes yang harus dilakukan untuk mengetahui penyakit ginjal:

a. Tes urine untuk albumin
Albumin adalah salah satu tipe protein. Protein dalam urine merupakan tanda-tanda dini adanya bahaya pada ginjal. Ketika terlalu banyak protein dalam urine, maka filter pada ginjal mulai rusak dan berisiko bocor.

b. Tes darah untuk kreatinin
Kreatinin adalah produk limbah dari metabolisme otot yang dibuang ginjal. Kadar kreatinin digunakan untuk memperkirakan estimated glomerular filtration rate (eGFR), yang merupakan ukuran kemampuan ginjal menyaring limbah dari darah.

2. Mengatur tekanan dan kadar gula dalam darah

Tekanan darah tinggi dan diabetes adalah dua penyebab terbesar penyakit ginjal. Keduanya berpotensi merusak pembuluh darah dalam ginjal.

Sedikit peningkatan tekanan darah (prehypertension) dan gula darah merujuk pada kondisi prediabetes yang membahayakan ginjal. Kata "pre" tidak seharusnya dianggap remeh untuk segera melakukan pencegahan penyakit ginjal.

3. Perhatikan skala indeks massa tubuh

Menjaga berat badan tetap sehat berefek baik pada kesehatan ginjal. Overweight mengindikasikan bahwa ginjal harus bekerja lebih keras menyaring racun dalam proses metabolisme massa tubuh yang meningkat.

Risiko yang sama juga dialami penderita obesitas, yang berpeluang lebih besar menderita diabetes dan hipertensi yang berujung pada sakit ginjal. Untuk mengurangi risiko ini, sebaiknya segera kurangi berat badan pada penderita diabetes dan darah tinggi.

4. Berhenti merokok

Merokok bisa memperburuk penyakit dan kondisi ginjal. Berhenti merokok memang sulit, tetapi perubahan tersebut penting untuk menjaga kesehatan ginjal dan tubuh secara keseluruhan.

5. Olahraga dan hati-hati saat makan

Dengan sifat serangannya yang lama, maka kegiatan dan pilihan menu harian berdampak tidak sama dalam pencegahan penyakit ginjal. Rutin olahraga dan mengonsumsi makanan sehat akan mengurangi risiko perkembangan penyakit ginjal.

Untuk pilihan menu, sebaiknya perhatikan asupan garam dan kadar sodium dalam pengolahan makanan. Keduanya bisa menyebabkan hipertensi yang mengganggu kesehatan ginjal. Masyarakat bisa mencoba Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) yang seimbang dan ramah ginjal.

6. Waspada dalam memilih obat

Beberapa resep dan obat yang dijual bebas disaring oleh ginjal. Artinya, ginjal mengolah dan menyaring racun pada obat dari dalam tubuh.

Karena itu, biasakan membaca label dan menimbang risiko serta keuntungan mengonsumsi obat. Sebaiknya hindari penggunaan berlebihan obat yang membahayakan ginjal, misalnya ibuprofen dan naproxen.

sumber :kompas.com

0 comments:

Post a comment